|
Kegiatan Kubaca
|
|
17 June 2010 |
Sekitar 1000 lebih ibu-ibu PKK se-Surabaya membanjiri Emipre Palace yang terletak di Jl. Blauran Surabaya. Bukan tanpa alas an, pada tanggal 25-26 Mei 2010 kemarin, mereka mengikuti kegiatan Pelatihan dan Simulasi Metode Membaca Kubaca Bintang yang bekerjasama dengan Gerakan Anak Indonesia Membaca (GAIM) dan PKK Surabaya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kegiatan Kubaca
|
|
17 June 2010 |
Pada bulan Mei 2010, Kubaca resmi menjejakkan diri di bumi Papua. Ini adalah langkah awal bagi Kubaca untuk mendekatkan dengan daerah Indonesia Timur. Hal ini sangat bersejarah mengingat Kubaca pertama kalinya dikenalkan dan digunakan sebagai metode belajar membaca bagi siswa-siswi yang ada di Papua.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kumpulan Artikel
|
|
15 January 2010 |
Sebagai seorang ibu yang berprofesi sebagai dosen, ibu Andi Tenri Babeng, S. Pt, M. Kes, sangat peduli dengan perkembangan putra pertamanya, Andi Ahmad Nido Ramadhan Syarif, yang berumur 4 tahun. Karena itu Kubaca menjadi pilihan ibu dan anak ini. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kubaca di Media
|
|
31 August 2007 |
Oleh : dr. Sri Nilawati
Gerak sangat penting dalam proses pengembangan yang normal. Anak perlu diperkenalkan dengan berbagai variasi pengalaman gerak khususnya melalui kesempatan bermain. Berjalan, menulis, berbagai aktifitas fisik yang terjadi karena gerakan otot-otot besar sedangkan aktifitas fisik lainnya seperti menggambar, menulis membutuhkan koordinasi dari otot-otot kecil, mulai dari otot-otot mata sampai jari-jari tangan.
Anak yang aktif secara fisik akan memiliki kesempatan memperoleh koordinasi lebih baik dibandingkan anak yang tidak aktif. Untuk itu berilah anak kesempatan untuk mengexplorasi berbagai gerakan yang mungkin dilakukan dalam suatu pengalaman aktifitas fisik. Gerak yang dilakukan dalam aktifitas fisik terjadi begitu saja, tetapi membutuhkan adanya sistem saraf yang baik. Sistem saraf merencanakan, menginisiasi dan mengkoordinasikan seluruh gerakan yang ada dalam kegiatan aktifitas sehari-hari. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kubaca di Media
|
|
31 August 2007 |
|
Dalam Sebuah acara resmi di Grahadi beberapa waktu lalu, Mendiknas Bambang Sudibyo memaparkan sebuah hasil sigi dihadapan Gubernur Jawa Timur dan hampir seluruh bupati dan wali kota di Jawa Timur. Sigi ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang buta huruf (latin) di Indonesia saat ini mencapai hampir 15 juta orang (kira-kira 7 persen penduduk Indonesia), sekitar 450.000 diantaranya adalah penduduk Jawa Timur. Jawa Timur mencatat angka buta huruf teringgi di Indonesia. Dengan gaya berkelakar, Mendiknas sempat menyindir ‘prestasi’ Jawa Timur yang cukup memalukan ini. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|